seperti terpenjara

tanpa makna

hanya kata

lalu pena terangkat

sampai suatu saat

sudah

relakan saja

26 Mei 2003

sore menjelang

hujan tak lagi datang

aku masih menunggu

entah kapan lagi kaki dapat berjalan

sedang detik tak pernah berhenti

menjadi menit

menjadi jam

menjadi hari

dan aku masih menunggu

4 Januari 2003

munculmu tak di sapa

pergimu tak dirasa

bak tali tasbih

takpernah dihitung

tapi harus…..!

itu jalanmu

-

satu yang kemarin….

masih saja melintas

satu yang kemarin….

masih saja membayang

semburatkan secuil tawa

meski tak tulus

tapi cukuplah!

Itu saja belum terbalas

sehingga raga menjadi raja

lalu rasa endapkan makna

terbunuhlah aku……….

dia masih mengusung bara

sedangkan kematian kemarin

membujur tinggalkan tanya

dan kau masih disana

membungkus separuh luka

mengemas lubang di dada

lalu mengirimnya bersama doa

untuk yang kesekian kali

27 November 2003

titik hitam dan putih

bersandar diatas genting kaca

lalu kta tertawa bersama

seikat kayu yang jadi abu

berlomba melepas dirinya

lalu kita menangis bersama

sebentuk mimpi yang indah

seperti tak ada habis-habisnya

membuat kita belajar padanya

lalu kita mengerti bersama

2 Januari 2007

sepagi ini

telah kau tanyakan mimpi

yang usang kubuang

dan menghilang

entah darimana

asal kereta itu

mengusung iring-iringan tandu

tiba-tiba saja….

kulihat tapak terakhirnya

meninggalkanku terjaga

hilang rasa

bersama tandumu

Ohhh…. ini sabda Mu

15 Desember 2002

lancar memang…..

tapi beban terus menggantung

nafas tak pernah berhenti

demi nafas yang terhenti

jalan terlalu panjang…..

bahkan ketika ku berlari

aku berlari……

aku mencari…..

aku terhenti….

lalu beban menghilang

berganti derai tawa

memecah panas, mengurai udara

dan aku…..

masih berlari

25 April 2005

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.